Implementasi Kurikulum 2013 dan Problemnya Bagi Guru

OLEH : PURNAMAWATI, WIDYAISWARA BALAI DIKLAT PADANG

Abstrak

Kata kurikulum sudah dikenal sejak ratusan tahun yang lalu. Secara etimologis, kata kurikulum berasal dari bahasa latin yang kata dasarnya adalah currere. Kata ini digunakan untuk memberi nama lapangan perlombaan lari.  Dalam perkembangannya, kata ini kemudian diadopsi oleh dunia pendidikan. Di dunia pendidikan penggunaan kata kurikulum menjadi lebih populer. Menurut Yadi Mulyadi (2006), konsep kurikulum dapat di klasifikasikan ke dalam empat jenis pengertian, yang meliputi: (1) Kurikulum sebagai produk, yang artinya hasil perencanaan, pengembangan, dan perekayasaan kurikulum. (2) Kurikulum sebagai program yang artinya   kurikulum yang berbentuk program- program pengajaran yang riil. (3) Kurikulum sebagai hasil yang diinginkan yang artinya mendeskripsikan kurikulum sebagai pengetehuan, keterampilan, perilaku, sikap, dan berbagai pemahaman terhadap bidang studi. (4) Kurikulum sebagai pengalaman belajar bagi peserta didik yang artinya akumulasi pendidikan yang diproleh siswa sebagai hasil belajar atau pengaruh situasi dan kondisi belajar yang telah direncanakan.

Kurikulum merupakan hal yang sangat penting karena setelah kurikulum tersebut diperoleh dan dipahami akan dilanjutkan dalam mencari sumber bahan yang relevan untuk membuat silabus. kurikulum merupakan alat pencapai tujuan pendidikan maka guru harus mencermati tujuan pendidikan yang akan dicapai.

Kata Kunci : Implementasi K-13,Problemnya,Guru.

PENDAHULUAN

I. Latar Belakang

Dalam pendidikan kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat menentukan dalam suatu sistem pendidikan, karena itu kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan dan sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan pengajaran pada semua jenis dan tingkat pendidikan.Salah satu tugas dari filsafat pendidikan  adalah memberikan arah bagi tercapainya tujuan pendidikan.Tujuan pendidikan yang hendak dicapai harus direncanakan melalui kurikulum pendidikan. Oleh karena itu, kurikulum merupakan faktor yang sangat penting dalam proses pendidikan pada lembaga pendidikan. Dengan demikian, akan menjadi jelas dan terencana bagaimana dan apa yang harus diterapkan dalam proses belajar-mengajar yang dilakukan pendidik dan anak didik. Dalam kurikulum, tidak hanya dijabarkan serangkaian ilmu pengetahuan yang harus diajarkan oleh pendidik (guru) kepada anak didik, tetapi juga segala kegiatan yang bersifat kependidikan yang dipandang perlu karena mempunyai pengaruh terhadap anak didik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan

II.  Pembahasan

A.    Pengertian kurikulum

Secara etimologi kurikulum memiliki asal usul katadari “Kurikulum < curese < currerre (jumlah yang ditempuh)”Dalam bahasa latin berarti:Berlari cepat, Tergesa-gesa, Menjalani.Pengertian kurikulum dalam arti luas adalah kegiatan belajar-mengajar yang mencakup di dalam maupun di luar kelas. Sedangkan Pengertian kurikulum dalam arti sempit yaitu kegiatan belajar-mengajar yang hanya ada di dalam kelas saja.

  1. Pengertian secara tradisional

    William B. Ragan (Modern Elementary Curriculum) menyatakan bahwa: “The curriculum has meant the subject taught in school, or course of study”dapat diartikan bahwa “Kurikulum adalah sejumlah pelajaran yang harus ditempuh oleh siswa untuk kenaikan kelas atau ijazah.”

  2. Pengertian secara modern

    Saylor J. Gallen & William N. Alexander menyatakan bahwa, “Keseluruhan usaha sekolah untuk mempengaruhi belajar, baik berlangsung di kelas, di halaman, maupun di luar sekolah”.

    Soedijarto menyatakan bahwa, “Segala pengalaman dan kegiatan belajar yang direncanakan dan diorganisiasi untuk diatasi oleh para siswa/mahasiswa untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan bagi suatu lembaga pendidikan”.

    B. ragan menyatakan bahwa, “Semua pengalaman anak di bawah tanggung jawab sekolah”.

    Sarimuda Nasution menyatakan bahwa, “Usaha-usaha perbaikan dalam bidang pendidikan dan administrasi pendidikan” (gabungan definisi saylor Alexander & William B. Ragan).

    Assocoation for Supervision Curriculum Development A Department of the national Education Association yang artinya, “semua kesempatan belajar yang diberikan oleh sekolah sebagai bantuan demi pengembangan pelajar yang seimbang”.

  3. Definisi dari pendapat para ahli

    Definisi 1, memandang kurikulum sebagai suatu bahan tertulis yang berisi uraian tentang program pendidikan suatu sekolah yang harus dilaksanakan tahun ke tahun.

    Definisi 2, memandang kurikulum sebagai suatu bahan tertulis yang dimaksudkan untuk digunakan oleh para pendidik di dalam melaksanakan pelajaran bagi peserta didiknya.

    Definisi 3, kurikulum sebagai suatu usaha untuk menyampaikan asas-asas dan ciri-ciri yang penting dari suatu rencana pendidikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga dapat dilaksanakan oleh pendidik di sekolah.

    Definisi 4, kurikulum diartikan sebagai tujuan pengajaran, pengalaman-pengalaman belajar, alat pelajaran, dan cara menilai yang direncanakan dan digunakan dalam pendidikan.

    Definisi 5, memandang kurikulum sebagai suatu program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan tertentu.

  4. Perbandingan kelima definisi
    a. Persamaan dari definisi diatas adalah Esensi kurikulum adalah “mempengaruhi belajar” (pengalaman belajar).
    b. Perbedaan dari definisi diatas ada yang menyebutkan di bawah tanggung jawab sekolah dan pada kegiatan-kegiatan oleh lembaga pendidikan nonsekolah “nonformal education”.

  5. Pengertian kurikulum yang paling populer:
    1. Kurikulum dipandang sebagai sejumlah mata pelajaran yang disajikan guru kepada siswa guna mendapatkan ijazah atau naik kelas;
    2. Kurikulum dipandang sebagai sejumlah pengalaman dan kegiatan siswa, baik di dalam dan di luar sekolah, di bawah tanggung jawab guru atau sekolah.
    3. Kurikulum adalah sejumlah program pendidikan atau program belajar siswa yang disusun secara logis dan sistematis, di bawah tanggung jawab sekolah atau guru, guna mencapai tujuan pendidikan tertentu.

  6. Pengertian kurikulum secara nasional
    Dari beberapa definisi kurikulum di muka, pengertian kurikulum disempurnakan dalam UU Sisdiknas. yaitu Pengertian Kurikulum dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Bab I pasal 1 ayat 19).


B.  Implementasi Kurikulum 2013

Salah satu pembeda kurikulum 2013 dengan kurikulum sebelumnya ialah scientific approach. Namun, masih banyak guru yang merasa kesulitan menerapkan pendekatan tersebut dalam mengajar. Kurikulum 2013 memang merupakan instrumen peningkatan mutu pendidikan. Namun, kurikulum bukan satu-satunya alat untuk meningkatkan mutu dari pendidikan tersebut. Peran kepala sekolah dan guru menjadi pendukung utama, agar kurikulum 2013 dapat secara signifikan meningkatkan mutu pendidikan indonesia hingga kini belum memenuhi standar mutu yang jelas dan mantap berdasarkan outputnya. Karena selalu berubah-ubah, tidak tetap.

Kurikulum 2013 sesuai dengan kurikulum KTSP mata pelajaran harus ditentukan terlebih dahulu untuk menetapkan standar kompetensi lulusan, tetapi pada kurikulum 2013 pola pikir tersebut dibalik. Kedua, kurikulum 2013 memiliki pendekatan yanh lebih utuh dengan berbasis pada kreatifitas peserta didik. Dalam kurikulum 2013 ditekankan pada penguatan karakter. Ketiga, pada kurikulum baru didesain berkesinambungan antara kompetensi yang ada di SD, SMP, SMA.

C.  Problemnya bagi Guru

Guru sebagai ujung tombak penerapan kurikulum, diharapkan bisa menyiapkan dan membuka diri terhadap beberapa kemungkinan terjadinya perubahan.Kesiapan guru lebih penting dari pada pengembangan kurikulum 2013. Kenapa guru menjadi penting? Karena dalam kurikulum 2013, bertujuan mendorong peserta didik, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran.Melalui empat tujuan itu diharapkan siswa memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif.Disinilah guru berperan besar didalam mengimplementasikan tiap proses pembelajaran pada kurikulum 2013. Guru ke depan dituntut tidak hanya cerdas tapi juga adaptip terhadap perubahan. Kurikulum 2013 yang secara nasional mulai diberlakukan tahun ajaran lalu terus menjadi sorotan dan menuai beragam kritik. Utamanya menyangkut implementasi yang dinilai masih banyak kekurangan. sulitnya mengubah mindset guru, perubahan proses pembelajaran dari teacher centered ke student centered, rendahnya moral spiritual, budaya membaca dan menelitimasihrendah.Kemudian, kurangnya penguasaan teknologi informasi, lemahnya penguasaan bidang administrasi, dan kecenderungan guru yang lebih banyak menekankan aspek kognitif. Padahal, semestinya guru juga harus memberikan porsi yang sama pada aspek afektif dan psikomotorik. banyak guru yang belum mau menjadi manusia pembelajar. Padahal, seorang guru dituntut untuk terus menambah pengetahuan dan memperluas wawasannya,terlebih setelah diberlakukannya kurikulum 2013.

"Kurikulum 2013 ini menuntut guru untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif. Artinya, guru harus menjadi manusia pembelajar," tegas Furqon. (Ferdinand)

Kesimpulan

Perubahan kurikulum KTSP menjadi kurikulum 2013 ini memang merupakan suatu langkah maju dari pemerintah Indonesia untuk menciptakan generasi yang lebih baik dan berkualitas. Baik dan berkualitas ini ditinjau dari segi penguasaan pengetahuan, penguasaan keterampilan, dan juga dimilikinya karakter yang mampu memperbaiki citra bangsa Indonesia yang bermartabat. Kurikulum 2013 diciptakan sebagai penyempurna dari kurikulum sebelumnya. Dalam implementasi kurikulum 2013 ini tentunya guru dituntut untuk lebih meningkatkan kinerjanya. Pengetahuan, keterampilan, dan sikap dari pendidik ini sangat diperlukan agar dapat melaksanakan kurikulum 2013 sesuai dengan amanat kurikulum. Bukankah untuk menciptakan generasi berpengetahuan tinggi, berketerampilan, dan berkarakter bagus diperlukan guru yang pengetahuan, keterampilan, dan karakternya dapat diandalkan. Rasanya akan menjadi mustahil jika guru yang berpengetahuan terbatas, tidak memiliki keterampilan mengajar yang baik, dan berkarakter negatif akan dapat menciptakan generasi yang baik. Untuk ini, implementasi kurikulum 2013 ini menuntut guru untuk mengubah paradigma negatif tentang kurikulum sehingga dengan terbuka melaksanakan kurikulum 2013 ini sesuai dengan yang seharusnya. Di samping itu, guru juga perlu meningkatkan kualitas dirinya agar pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang dibutuhkan dapat berkembang sesuai dengan perkembangan profesionalismenya.

Daftar Pustaka
William B. Ragan (Modern Elementary Curriculum) Modern Elementary Curriculum Hardcover – May, 1982
Yadi Mulyadi (2006), konsep kurikulum ,
Guru Belajar Mengajar. 2013. Membaca online. Tersedia : http://gurupembelajaran.blogspot.com/2013/09/pengertian-kurikulum-bagaimana-dengan.html
Guru.or.id. 2013. Membaca online. Tersedia :  http://guru.or.id/inti-kurikulum-2013-penyederhanaan-tematik-integratif.html
Academia.edu. 2013. Membaca online. Tersedia : http://www.academia.edu/6338845/Perbedaan_Kurikulum_2013_Dengan_KTSP
Mulyasa, E. 2012. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung : Rosdakarya. Mulyasa, E. 2013. Manajemen Berbasis Sekolah: Konsep, Strategi, dan Implementasi. Bandung : Rosdakarya.
Mulyasa, E. 2013. Menjadi Guru Profesional: Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung : Rosdakarya.
Mulyasa, E. 2013. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Bandung : Rosdakarya.
Peraturan Menteri No.16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.
Peraturan Menteri No.54 tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan.
Peraturan Menteri No.64 tahun 2013 tentang Standar Isi .
Peraturan Menteri No.65 tahun 2013 tentang Standar Proses
Peraturan Menteri No.66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian
Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2013 tentang perubahan atas PP nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Peraturan Pemerintah RI Nomor 74 tahun 2008 tentang guru PP 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
Sa’ud Udin Syaefudin dan Abin Syamsudin Makmun. 2011. Perencanaan Pendidikan: Suatu Pendekatan Komprehensif. Bandung : Rosdakarya.
Nana Syaodih.2012. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Rosdakarya. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Undang-undang Rebuplik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen.
Wijaya,David. Manajemen Sumber Daya Manusia Pendidikan Berbasis Kompetensi Guru dalam Rangka Membangun Keunggulan Bersaing Sekolah. Jurnal Pendidikan Penabur Nomor 12 Tahun ke-8 Juni 2009.

sumber https://bdkpadang.kemenag.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=622:purnamawati&catid=41:top-headlines&Itemid=158

© 2017 Dinas Pendidikan Kota Tebing Tinggi